Varian Kappa – B.1617.1

Ditemukan pertama kali di India pada akhir Oktober 2020. Varian ini memiliki potensi karakteristik yang mirip dengan varian Delta B1617.2, sehingga ada kemungkinan besar mengalami gejala Covid-19 yang serius. WHO mengelompokkan varian ini sebagai Variant of Interest (VoI), yang berarti ada indikasi varian ini memiliki mutasi yang mempengaruhi sifat penularan, kepekaan alat tes, keparahan gejala, hingga kemampuan virus menghindari sistem imunitas.

Varian Lambda – C.37

Ditemukan pertama kali di Peru pada Agustus 2020. WHO juga mengelompokkan varian ini sebagai Variant of Interest (VoI). Sampai hari ini, 7 Juli 2021 belum ada laporan kemunculan varian ini di Indonesia. Dikatakan bahwa varian ini menyebar lebih cepat namun tingkat mematikannya 3kali lebih tinggi.

Varian Delta – B.1617.2

Ditemukan pertama kali di negara bagian Maharasthtra, India pada Oktober 2020. WHO juga mengelompokkan varian ini sebagai Variant of Concern (VoC) pada 11 Mei 2021. Penelitian dari Public Health England (PHE) menemukan bahwa varian delta dikaitkan dengan peningkatan 64% kemungkinan penularan rumah tangga dbandingkan dengan varian alfa (B.1.1.7) yang pertama kali diidentifikasi di Inggris. Disebutkan dalam studi PHE bahwa vaksin Pfizer – Biontech 94% efektif terhadap varian delta setelah mendapatkan dosis pertama dan 96% efektif setelah mendapatkan dosis kedua. Disebutkan juga bahwa AstraZeneca 71% efektif setelah dosis pertama dan 92% efektif setelah dosis kedua.

Sumber: Detik, Kompas

 

×