Seperti yang kita ketahui pemerintah Indonesia sedang berusaha meningkatkan vaksinasi di seluruh daerah. Untuk beberapa pilihan vaksin yang dipilih oleh pemerintah, tentu saja yang telah melalui uji klinis dan dipastikan keamanannya antara lain: Pfizer, Sinovac, Astra Zeneca dan Sinopharm.

Apa saja perbedaanya sich?

Pfizer

  1. Usia 12 tahun keatas
  2. 95% efektif mencegah covid 19 pada usia 16 tahun ke atas (CDC)
  3. 96% efektif mencegah resiko rawat inap setelah 2 dosis vaksin
  4. Efek samping: nyeri di tempat suntikan, kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, menggigil, nyeri sendi dan demam.
  5. Dosis 0.5 ml dengan 2 kali penyuntikan

Sinovac

  1. Usia 18-59 tahun
  2. 65.3% efektif
  3. Efek samping: nyeri, indurasi atau iritasi, kemerahan, pembengkakan, myalgia atau nyeri otot, fatigue atau kelelahan dan demam.
  4. Dosis 0.5 ml dengan 2 kali penyuntikan (interval 28 hari)

Astra Zeneca

  1. Usia di atas 18 tahun
  2. 63.09% efektif mencegah gejala covid 19
  3. Efek samping: nyeri, gatal, rasa panas di lokasi bekas suntikan, tidak enak badan, menggigil atau demam, sakit kepala, mual, muntah atau diare, nyeri sendi atau nyeri otot, bengkak, kemerahan dan benjolan di area suntikan, radang tenggorokan, pilek atau batik.
  4. Dosis 0.5 ml dengan 2 kali penyuntikan (interval 12 minggu/3bulan)

Sinopharm

  1. Usia di atas 18 tahun
  2. 78.02% efektif
  3. Efek samping: rasa sakit dan kemerahan, sakit kepala, nyeri otot, diare dan batuk.
  4. Dosis 0.5 ml dengan 2 kali penyuntikan (interval 21-28 hari)

 

Sumber Detikhealth

×